PESAWAT BUATAN SMKN 29
sudah terbang 2kali dan sudah dipamerkan di beberapa tempat.
dan sudah dilihat oleh presiden RI dan gubernur DKI jakarta.
PESAWAT BUATAN SMKN 29
sudah terbang 2kali dan sudah dipamerkan di beberapa tempat.
dan sudah dilihat oleh presiden RI dan gubernur DKI jakarta.
My family Rory
keseruan anak kelas x ap 1..
MY FRIEND (ST.FRANSISKUS 1)
SR-71 Blackbird – Mach 3.2+
Memulai debutnya pada tanggal 22 Desember 1964, dan memulai karir di militer pada Januari 1966. SR-71 mampu terbang dengan kecepatan mach 3,2 bahkan lebih. SR-71 adalah pesawat pengintai U-2 yang sangat rentan bagi pertahanan udara Soviet karena kecepatan dan kemampuan terbangnya yang lebih tinggi dan dilengkapi dengan kemampuan untuk melarikan diri.
Faktanya, pesawat ini tidak pernah jatuh oleh musuh, 12 unit dari 32 unit yang pernah dibuat hancur dalam kecelakaan. Pesawat dicat dengan cat teknologi baru yang memungkinkan sulit dilacak radar. Bentuk keseluruhan pesawat juga menjadi salah satu pesawat stealth teknologi pertama.
Apa kabarnya sekarang?
Hari ini Anda tidak akan menemukan SR-71 terbang di antara awan. Sebaliknya, Anda hanya akan menemukannya di museum, atau jika Anda bekerja untuk Lockheed di Palmdale, Anda akan menemukan tiga dari mereka dikunci di gudang hanggar mereka.
SR-71 itu secara permanen pensiun pada tahun 1998 ketika Kongres dan Angkatan Udara AS memutuskan pesawat ini sangat mahal untuk pemeliharaan dan biaya operasionalnya. Meskipun pensiun untuk pertama kalinya pada tahun 1991, Kongres memutuskan mengaktifkan kembali armada kecil untuk digunakan selama Perang Dingin. Upgrade mengagumkan untuk pesawat, seperti sistem radar canggih dan link data yang dapat mengirim gambar secara real time, SR-71 tetap di’hanggar’kan pada tahun 1998 untuk selamanya.
Jika Anda pernah ingin melihat jejak kehebatan SR-71, Anda dapat menemukannya di berbagai ruang museum serta di pangkalan Angkatan Udara di Tucson, Arizona; Edwards Air Force Base di California; Kalamazoo, Michigan; Eglin Air Force Base di Florida; serta berbagai museum di California, Inggris, Ashland, Nebraska, Ohio, Utah, dan Virginia.
Korean Air
Menurut lembaga ini, maskapai yang memegang peringkat pertama sebagai maskapai paling inovatif adalah Korean Air. Korean Air menyediakan makanan sehat untuk penumpangnya, yaitu dengan menggunakan sayuran organik asli dari pertanian di Jeju. Tidak hanya itu, Korean Air juga memiliki pelayanan yang mengutamakan perhatian untuk penumpang wanitanya. Betapa tidak, maskapai ini memiliki ruang tunggu khusus wanita di Bandara Incheon Seoul, yang menjadi bandara terbaik di dunia selama 7 tahun terakhir. Lebih dari itu, Korean Air memiliki kamar mandi khusus wanita di dalam pesawatnya. Belum puas ingin memanjakan penumpangnya, Korean Air juga memiliki bar di dalam pesawat Airbus A380, lengkap dengan bartender. Berada di dalamnya bisa membuat Anda lupa sedang berada di dalam pesawat.
TAM
Didirikan pada tahun 1976, TAM yang merupakan maskapai dari Brasil ini mengeluarkan inovasi baru, dengan membiarkan penumpang anak-anak untuk membantu awak pesawat membagikan permen. Jadi, sebelum pesawat lepas landas, penumpang yang masih anak-anak diperbolehkan membagikan permen kepada seluruh penumpang yang duduk di dalam pesawat. TAM juga dicatat sebagai maskapai pertama dari Amerika Latin yang menyediakan layanan sinyal elektronik di dalam pesawat. Sinyal ini sudah disesuaikan dengan seluruh perangkat pesawat, jadi tidak menganggu sistem navigasi yang ada.
Boeing 747-8
Terakhir adalah Boeing 747-8 yang menjadi kompetitor utama Airbus A380. Boeing 747-8 kini menjadi pesawat terbang terberat yang dibuat perusahaan Amerika Serikat itu, baik untuk kepentingan militer maupun komersial.
Boeing 747-8 mampu mengangkut beban 440.000 kilogram (970.000 pons). Pesawat ini memiliki panjang 76,8 meter, rentang sayap 68,5 meter, dan tinggi 19,6 meter. Pembuatan burung besi ini memakan biaya USD300 juta, serta dapat mengangkut 500 penumpang.
Hughes H-4 Hercules
Hughes H-4 Hercules merupakan kapal terbang terbesar yang pernah dibuat dalam sejarah umat manusia. Ini juga merupakan pesawat dengan rentang sayap terbesar yang pernah terbang.
Pesawat ini dibangun pertama kali saat Perang Dunia II masih berlangsung. Pembuatan pesawat ini rampung pada 2 November 1947, dan hanya sempat terbang satu kali sebelum akhirnya pensiun.
Pesawat raksasa itu dibuat oleh perusahaan Hughes Aircraft, dengan konstruksi dari bahan kayu. Huges H-4 berukuran panjang 218 kaki atau 66,65 meter, memiliki rentang sayap 319 kaki (97,54 meter), tinggi 24,18 meter, dan dapat membawa beban 180.000 kilogram (400.000 pons) sejauh 3.000 mil.
Karena alasan sulitnya proses produksi, H-4 kemudian dipensiunkan, dan saat ini dipajang di Evergreen Aviation Museum di McMinnville, Oregon, Amerika Serikat.
Cara Mengambil Data dari Kotak Hitam
Setelah Flight Data Recorder (FDR) ditemukan, para penyelidik dapat memutar materi pada alat perekam dengan menghubungkannya pada sistem pembaca. Pada perekam solid-state, penyelidik dapat mengekstrak data hanya dalam hitungan menit.
Sangat sering, perekam ditemukan pada reruntuhan dalam kondisi penyok dan terbakar. Pada kasus ini, papan memori harus dikeluarkan, dibersihkan, dan kabel antarmuka memori baru akan dipasang.
Memori akan terhubung dengan perekam yang dapat bekerja. Perekam ini memiliki software khusus untuk memudahkan pengambilan data tanpa kemungkinan menimpa data di dalamnya.
Menurut Howstuffworks.com, tim ahli biasanya dilibatkan untuk menginterpretasi data yang disimpan dalam CVR. Kelompok ini umumnya terdiri dari representatif maskapai, wakil dari produsen pesawat, pakar keamanan transportasi, dan penyelidik keamanan udara.
Dewan penyelidik ini akan memaknai percakapan dan suara yang terekam selama 30 menit dalam CVR. Proses ini dapat berlangsung sangat lama.
FDR dan CVR merupakat duet perangkat yang sangat berharga dalam penyelidikan kecelakaan pesawat. Kedua perangkat ini kadang menjadi satu-satunya yang selamat pada kecelakaan pesawat.
Perangkat ini menjadi petunjuk penting untuk mengungkap penyebab kecelakaan tanpa ada cara lainnya. Seiring perkembangan teknologi, kotak hitam masih berperan besar dalam penyelidikan kecelakaan.
KUATNYA BLACK BOX (KOTAK HITAM)
Tahan Bencana
Dalam berbagai kecelakaan pesawat, satu-satunya yang bisa bertahan hanya unit memori tahan-benturan (CSMU) dari perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit. Biasanya, sisa chasis perekam dan komponen bagian dalam sudah hancur.
CSMU merupakan silinder besar yang terpatri ke bagian data rekaman. Perangkat ini dirancang tahan panas ekstrem, hantaman keras, dan tekanan hingga berton-ton.
Menggunakan tiga lapisan bahan, CSMU dalam kotak hitam solid-state melindungi tumpukan papan memori yang menyimpan informasi digital.
Berikut beberapa penghalang yang melindungi informasi berharga penerbangan:
-Bungkus alumunium: ada lapisan aluminium di sekitar tumpukan kartu memori.
- Isolasi suhu tinggi: material silika kering ini memiliki tebal 2,54 cm. Bahan ini mampu melindungi dari temperatur tinggi. Inilah yang membuat papan memori tetap aman hingga kebakaran setelah insiden.
- Cangkang baja anti-karat: material tahan suhu tinggi ini berisi lapisan baja tahan karat setebal 0,64 cm. Titanium juga bisa digunakan untuk menjadi baju pelindung besi perangkat ini.
Menurut L3 Communications, teknologi kotak hitam akan mengalami peningkatan. Pengembangan yang telah dilaporkan akan mampu merekam video aktivitas di dalam pesawat.
PENTINGNYA BLACK BOX (KOTAK HITAM)
Namanya kotak hitam (black box). Tapi jangan membayangkan kotak itu berwarna hitam seperti namanya. Warnanya justru ‘ngejreng’, oranye.
Warna yang menyolok ditambah garis pita reflektif pada tubuh kotak hitam dapat mempermudah pencarian. Desain ini berguna ketika kecelakaan pesawat berakhir di air.
Ada dua kemungkinan nama kotak hitam berasal. Beberapa orang meyakini karena pada awal pembuatannya kotak ini memang berwarna hitam. Sementara pihak lain mengacu pada warna hangus setelah terpanggang pasca kebakaran karena kecelakaan. Ketika terjadi kecelakaan pesawat, kotak hitam menjadi benda yang paling dicari sebagai barang bukti.
Setelah menemukan kotak hitam, tim penyelidik akan membawa rekaman ke laboratorium. Mereka akan mengunduh data dari perekam untuk mereka ulang peristiwa kecelakaan. Proses ini dapat berlangsung mingguan hingga bulanan untuk diselesaikan.
Penyelidikan akan membuka data yang terekam pada Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang dikenal dengan sebutan kotak hitam ini. Kotak ini berisi data suara percakapan dalam kokpit.